28 February 2014

Kes Mursi tangguh lagi


Peguam Hussein Abdel Salam yang mewakili bekas pembantu Mursi, Ayman Ali, berkata, permohonan itu juga dibuat berikutan wujudnya rakaman perbualan sulit antara defendan dengan peguam mereka selepas sebuah akhbar menyiarkan perbincangan antara Mursi dengan peguamnya Selim al-Awa. 
Sementara itu, Hussein berkata pihaknya menjangka permohonan supaya hakim menarik diri itu akan ditolak. 

Permohonan itu dijadual didengar di Mahkamah Rayuan pada 1 Mac ini untuk memutuskan sama ada panel hakim baru perlu dilantik bagi mengendalikan perbicaraan berkenaan.
Foto
SEORANG penyokong panglima tentera Mesir Abdel Fattah al-Sisi melaungkan slogan sambil memegang poster Sisi di luar akademi polis di Kaherah, tempat bekas Presiden Mohamed Mursi dan anggota Ikhwanul Muslimin dijadual dibicarakan, semalam.

“Mahkamah menghentikan prosiding sehingga keputusan dibuat berhubung permohonan itu,” kata Hakim Shaaban el-Shamy.

Dalam kes itu - satu daripada tiga dihadapi Mursi - dia bersama 35 yang lain termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin didakwa bersubahat dengan kuasa luar, pergerakan Hamas Palestin serta Syiah Iran untuk menghuru-harakan Mesir. 

Isnin lalu Shaaban turut menangguhkan satu lagi kes terhadap Mursi atas sebab sama. 

Bagi kes terbabit, Mursi dan 130 defendan lain termasuk warga Palestin serta Lubnan didakwa merancang membebaskan banduan dari penjara selain menyerang balai polis ketika kebangkitan rakyat Mesir pada 2011 terhadap pemimpin ketika itu, Hosni Mubarak. 

Sementara itu, peguam bela turut mempertikaikan perlunya tertuduh dimasukkan dalam ‘sangkar’ kaca sepanjang prosiding. 

Pendakwa raya menyediakan kandang khas itu bagi menghalang Mursi dan defendan lain mengganggu prosiding seperti yang berlaku sebelum ini.- AFP
Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/28

27 February 2014

Abdel Fattah tolak tanding Presiden Mesir


KAHERAH 26 Feb. - Ketua tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah al-Sisi akan mengekalkan jawatannya sebagai Menteri Pertahanan dalam sebuah kerajaan baharu kelak, kata seorang sumber rasmi semalam, sekali gus menamatkan spekulasi bahawa dia dijangka mengumumkan pencalonannya bagi merebut jawatan Presiden.
Abdel Fattah diramal akan memenangi pilihan raya Presiden yang akan datang namun beliau belum lagi mengumumkan pencalonannya. Untuk itu, dia perlu mengosongkan jawatannya sebagai Menteri Pertahanan untuk melakukannya.
Sumber itu berkata, dia mungkin akan mengekalkan jawatannya itu sehingga satu undang-undang pilihan raya dimuktamadkan.
"Dia dijangka akan terus memegang jawatannya itu sehingga semua isu berbangkit membabitkan undang-undang pilihan raya dapat diselesaikan," tambah sumber itu lagi. - REUTERS


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140227/lu_03/Abdel-Fattah-tolak-tanding-Presiden-Mesir#ixzz2uTI3WzMF
© Utusan Melayu (M) Bhd 

25 February 2014

Pesan Mursi kepada Al Sisi

Pesan Mursi kepada Al Sisi
Kawalan keselamatan di luar mahkamah. Gambar kecil: Mursi ketika dibicarakan. 
25 Februari 2014 KAHERAH - MESIR. Perbicaraan Presiden yang digulingkan Mohammed Mursi, berlangsung dengan penuh kawalan keselamatan dalam dan luar mahkamah di ibu negara Mesir, kelmarin.

Ketika perbicaraan, Mursi buat pertama kalinya dibenarkan membuat kenyataan peribadi dari kandang tertuduh di depan Ketua Hakim Mahkamah Jenayah, Syaaban Al-Shami.

Beliau menggesa, Ketua Tentera Jeneral Abdul Fattah Al-Sisi yang mengetuai rampasan kuasa pada Julai tahun lalu perlu dibawa ke muka pengadilan.

“Al-Sisi perlu diarah memberi keterangan terhadap semua kesalahannya sebelum menerima hukuman ALLAH SWT. Dia pernah mengawal tentera tanpa kebenaran komander tertinggi angkatan tentera. Perkara ini dianggap jenayah paling hina dilakukan terhadap rakyat Mesir,” katanya.

Sebelum mengakhiri ucapannya, beliau menyatakan sokongan padu terhadap penyokongnya.

“Kirimkan salam saya kepada seluruh rakyat. Saya ingin nyatakan, teruskan berdemonstrasi aman. Saya tetap bersama anda! Kita tetap berkuasa walaupun terdapat konspirasi bersekutu dengan Zionis,” katanya.

Sementara itu, dalam perbicaraan kedua, pendakwa raya menuduh Mursi memberikan maklumat pertahanan rahsia negara kepada Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Lubnan dan Palestin.

Jika bersabit kesalahan, beliau boleh dijatuhi hukuman mati.

Perbicaraan seterusnya bakal berlangsung bulan depan, laporan dipetik dari Al Arabiya.

Inilah Cara Kristian Koptik Menghancurkan Kekuatan Muslim Mesir?

CAIRO (voa-islam.com)
Golongan Kristian Koptik Mesir menapaki sejarah baru. Isu mereka dimarginalkan dan  dihancurkan hanyalah ‘isapan jempol’ belaka. Sejatinya Kristian Koptik di Mesir seperti dianak “emaskan” oleh setiap rejim yang berkuasa di Mesir. Tidak pernah mereka terdzalimi.  Orang-orang Koptik selalu hidup dengan penuh berkah. Di bawah perlindungan penguasa Mesir sepanjang sejarah.

Zaman Raja Faarouk hidup dengan  nyaman. Mendapatkan perlindungan dari Farouk dan Inggris. Sehingga Kristian Koptik terus  berkembang di negeri Spinx itu. Tidak ada yang menggangu. Begitu pula di zaman Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, dan Hosni Mubarak.

Tokoh Koptik Buotros-Boutros Ghali, diangkat oleh Mubarak menjadi Menteri Luar Negeri Mesir, dan kemudian terpilih menjadi Sekretaris Jendral PBB. Banyak tokoh Koptik yang menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan Mesir. Tidak ada diskriminasi. Tetapi, para tokoh Koptik terus meneriakkan dari mulut mereka, bahwa hidup  mereka terancam di Mesir......


Sejak revolusi yang terjadi di Mesir, 2011, para tokoh Koptik hanya menjadi penonton, tidak terlibat secara aktif dalam penggulingan rezim Honsi Mubarak.

Hanya saat-saat terakhir manjelang kejatuhan Mubarak mereka baru keluar, seakan-akan mereka terlibat secara aktif dalam aksi penggulingan rezim yang sudah berkuasa selama 30 tahun itu. Mereka menuntut berbagai hak yang ingin diperlakukan yang sama dengan komunitas lainnya, seperti Muslim.

Ketika Mubarak jatuh, pemilihan parlemen Mesir, dan dimenangkan kalangan Islamis (Ikhwan dan Salafi, Jamaah Islamiyah), kemudian pemilihan presiden dimenangkan oleh Mohamad Mursi dari Ikhwan, mereka mulai melakukan ‘konspirasi’ dengan kekuatan lainnya, seperti sekuler, liberal, nasionalis, dan militer menjatuhkan Mursi, yang dipilih rakyat Mesir secara mayoritas. Mereka membuat kampanye yang sangat negatif terhadap Mursi dan Ikhwan.

Golongan Koptik bersama dengan sekuler, liberal, nasionalis, dan didukung militer melakukan aksi-aksi jalanan, dan menuntut pengunduran diri Mursi, yang baru satu tahun berkuasa.

Momentum konstitusi baru, yang sudah disyahkan lewat referendum dengan dukungan  suara 77 persen rakyat Mesir, sebenarnya konstitusi baru, yang memuat diktum “Syariah” Islam menjadi sumber hukum tertinggi dalam undang-undang Mesir, menjadi sumbu pelengseran Mursi. Orang-orang Koptik sangat benci sampai ke ‘ubun-ubun’ mendengar “Syariah Islam”. Maka, layak Mursi digulingkan dari jabatannya.

Sampai Mursi terguling, 3 Juli 2013, dan  disertai dengan tumpahan darah, para pendukung  Mursi di Rabi’ah al-Adawiyah, dan al-Fatah, sungguh sangat luar biasa. Semua tindakan militer yang sanga keji itu, tak lain, hasil persekongkolan jahat antara Kristen Koptik, sekuler, liberal, nasionali, dan militer.

Tak aneh bila kemudian, rezim militer di bawah Marsekal Abdul Fattah al-Sissi, mengangkat tokoh Kristen Koptik Amr Mousa sebagai Ketua Tim Penyusun Revisi Konstitusi ala rezim militer, kemudian  dilakukan referendum, dan tidak jelas berapa dukungan rakyat Mesir atas konstitusi yang baru itu.

Tentu, konstitusi baru itu, mengambalikan posisi militer pada posisi sentral, dan mengembalikan mereka kepada dunia politik. Sudah lebih 60 tahun militer Mesir berkuasa, dan tidak menghasilkan apa-apa hanya hutang kepada Barat, dan dikorupsi para jendral.

Para pemimin Koptik lebih senang berada di bawah kekuasaan junta militer yang sangat kejam, dan tidak demokratis alis totaliter, dibandingkan dibawah kekuasaan Islam.

Itulah ideologi sejati dari kalangan Kristen Koptik di Mesir. Karena itu,  tidak ada tempat bagi penguasa Islam di Mesir, dan harus dimusnahkan. Kolaborasi antara Kristen Koptik dengan kekuatan sekuler termasuk militer, itu sangat logis.

Sekarang, tokoh perempuan Kristen Koptik,  Hala Shukrallah, Wakil Presiden Partai Konstitusi yang dipimpin oleh  Wakil Presiden Mesir Mohammad ElBaradei, mendirikan partai politik baru di Mesir.

Dia memang tidak hanya mewakili perempuan, yang merupakan minoritas dalam politik Mesir, tapi dia juga seorang Kristen Koptik, tetapi Hala ingin mendapatkan posisi yang lebih tinggi, dan bertujuan menjaga kepentingan Koptik Mesir bersama dengan militer.

Sebuah trik ‘kotor’ yang dijalankan Kristen Koptik di Mesir dalam merengkuh  kekuasaan, diawali dengan melakukan kolaborasi dengan militer, menggilas kekuatan Islamis, dan melemahkan kekuatannya sampai ke tingkat paling minimum.

Sesudah itu mereka terus membangun kekuatan dan kekuasaan, sambil terus “berteduh” dibawah kekuasaan militer. Itu cara yang sudah umum di mana Kristen atau Katolik di negeri-negeri Muslim, sampai mereka memiliki kekuatan, kemudian menggilas golongan Muslim. *afghan
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/24/29222/inilah-cara-kristen-koptik-menghancurkan-kekuatan-muslim-mesir/#sthash.4abALbHR.dpuf

23 February 2014

Mesir lantik wanita teraju parti politik

Hala Shukrallah
Hala Shukrallah 
23 Februari 2014 KAHERAH - MESIR. Nasib wanita Mesir bakal terbela selepas pelantikan seorang wanita untuk menerajui sebuah parti politik di negara itu.

Bekas pembantu Naib Presiden Mohammad ElBaradei, Hala Shukrallah dilantik menjadi Presiden Parti Perlembagaan pada Jumaat lalu.

Agensi berita Al-Ahram melaporkan, Hala meraih 108 daripada 189 undi dalam pemilihan parti itu untuk merebut jawatan pengerusi.

Pada pemilihan itu, beliau dicabar personaliti televisyen Gamila Ismail yang raih 57 undi dan doktor Hossam Abdel-Ghafar dengan 23 undi.

Terdahulu, laporan dipetik dari Al Arabiya, ElBaradei menerusi akaun Twitter, menggesa barisan kepimpinan baharu supaya belajar daripada kesilapan dan tidak mendahulukan agenda peribadi.

Mursi gesa teruskan revolusi


KAHERAH 22 Feb - Bekas Presiden Mesir Mohamed Mursi menggesa pengikutnya meneruskan revolusi secara aman, semasa tampil pada perbicaraan terhadap pertuduhan melarikan diri dari penjara dan menyerang polis.
Penyokong Ikhwanul Muslimin masih meneruskan protes mingguan, walaupun dipatahkan oleh pihak berkuasa yang setakat ini menyaksikan lebih 1,400 orang terbunuh sejak tentera merampas kuasa pada Julai lalu.
Semenatar itu, mahkamah menangguhkan perbicaraan Mursi sehingga 24 Februari ini.
Ketika perbicaraan berlangsung, Mursi mencelah dan mengisytiharkan bahawa beliau masih merupakan Presiden Mesir yang sah, kerana dipilih secara demokrasi.
"Revolusi rakyat tidak akan berhenti, teruskan revolusi aman anda," katanya dari kandang pesalah, hari ini. - AFP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140223/lu_08/Mursi-gesa-teruskan-revolusi#ixzz2u5yr5jGH
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Mahkamah Mesir bebaskan polis daripada tuduhan membunuh


KAHERAH 23 Feb. - Sebuah mahkamah Mesir semalam membebaskan enam anggota polis daripada tuduhan membunuh penunjuk perasaan semasa kebangkitan rakyat menentang bekas Presiden Hosni Mubarak, pada 2011.
Kesemua defendan menghadapai pertuduhan membunuh sebanyak 83 penunjuk perasaan di luar balai polis di bandar Iskandariah.
Kesemua anggota polis yang dibebaskan itu termasuk seorang ketua polis Iskandariah kemudiannya melaungkan `hidup keadilan’ semasa keputusan dibacakan. - AFP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140223/lu_03/Mahkamah-Mesir-bebaskan-polis-daripada-tuduhan-membunuh#ixzz2u5wyjh6C
© Utusan Melayu (M) Bhd 

22 February 2014

Hanya semata-mata menjaga dan memanjangkan janggut

Hanya semata-mata menjaga dan memanjangkan janggut, 10 orang anggota polis mesir ditamatkan kerja dan dilucutkan jawatan. Arahan itu dikeluarkan oleh Menteri dalam negeri pemerintahan kudeta tentera As sisi, Muhammad Ibrahim, diatas alasan bagi sesiapa yang menyimpan janggut akan hilanglah kewibawaannya.. dunia akhir zaman, apabila sunnah Rasulullah di perlekeh dengan 1001 alasan.

~ Ustaz Ahmad Dusuki Abd Rani

19 February 2014

YAHUDI MEMERINTAH MESIR



Mungkin ramai yang tidak mengetahui Ketua Tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah al-Sisi yang menyuarakan hasrat untuk bertanding pada pilihan raya Presiden negara itu, yang dijadual diadakan pada April ini, sebenarnya adalah berketurunan Yahudi.

Menurut laporan veteranstoday.com, yang dipetik daripada tulisan seorang pensyarah universiti di Amerika Syarikat (AS), Dr. Kevin Barrett, ibu jeneral itu, Malikah Titani merupakan keturunan Yahudi yang berasal dari Asefi, Maghribi.

Keadaan itu, secara automatik menjadikan pemimpin tertinggi tentera Mesir itu seorang warga Israel.

Baca selanjutnya:
http://www.ismaweb.net/v4/2014/02/jeneral-abdel-fattah-as-sisi-seorang-yahudi/

18 February 2014

Siapakah dia si anak kecil ini...?



Anak kecil ini adalah anak kepada seorang wanita Mesir. Ibunya adalah wanita dari keturunan Yahudi Morocco. Manakala bapa saudaranya adalah seorang anggota Pertubuhan Yahudi yang terlibat dalam projek menjajah negara Palestin pada tahun 1948.

Anak kecil ini amat meminati Presiden Jamal Abdul Nasir, yang merupakan Presiden Mesir yang ke 2 (selepas General Mohamad Naguib) yang telah berjaya menggulingkan Raja Farouk Mesir.

Anak kecil ini telah berjaya mencipta satu sejarah yang baru buat negaranya dan terus menjadi ayam tambatan rejim Zionis dan AS.

Siapakah nama anak kecil ini ?

Apakah posisi yang beliau pegang sekarang?

Bagaimanakah dia dilatih dan disusun sehingga sampai ke tahap ini ?

Sumber: Dr Zainur Rashid Zainuddin

mesir

Wahai orang yang menyokong Sisi!
Tahukah kamu bahawa kamu adalah musuh-musuh kami?
Kamu berjuang menyokong pembunuh kami!
Sesungguhnya laknat Allah ke atas orang yang zalim.
Peluru berpandu yang digunakan di Qalamon.
Dibuat di Mesir.

17 February 2014

Mesir musnah 10 terowong rahsia

Mesir musnah 10 terowong rahsia
Ratusan terowong rahsia yang digunakan untuk urusan harian oleh penduduk Gaza telah dimusnahkan sejak Julai lalu.
17 Februari 2014

KAHERAH - MESIR. Sebanyak 10 lagi terowong rahsia di sempadan Genting Gaza  dimusnahkan tentera Mesir di bawah kempen keselamatan yang turut memberi kesan besar kepada aktiviti harian penduduk Palestin, menurut media tempatan, kelmarin.
Selain itu, tentera juga bertindak merobohkan beberapa buah rumah di Semenanjung Sinai bagi merealisasikan rancangan mereka untuk mewujudkan zon penampan di sepanjang kawasan bersempadan dengan Gaza tersebut.

Difahamkan, kewujudan zon terbabit dikhuatiri akan mengancam puluhan rumah di bandar tersebut yang telah dipisahkan mengikut sempadan antarabangsa sejak Perjanjian Kem David dimeterai pada 1982.

Ribuan penduduk Palestin kehilangan tempat tinggal pada awal 2000 selepas tentera rejim Zionis memusnahkan rumah mereka untuk membina zon penampan di wilayah terbabit.

Dalam perkembangan lain, puluhan anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dijatuhi hukuman penjara dua tahun selepas didapati bersalah kerana menyerang petugas media ketika protes antikerajaan pada tahun lalu.

Memetik laporan Press TV, keputusan terbaru itu dilihat sebagai sebahagian daripada tindakan kekerasan yang dilancarkan ke atas penyokong bekas Presiden digulingkan, Mohammed Mursi selepas kerajaan sementara mengisytiharkan gerakan IM sebagai pengganas, Disember lalu. 

Peguam Morsi keluar mahkamah


GAMBAR bertarikh 28 Januari lalu menunjukkan Morsi diletakkan di dalam kandang berkaca di sebuah mahkamah di Kaherah.


KAHERAH - Barisan peguam yang mewakili bekas Presiden Mesir, Mohamed Morsi bertindak keluar dari sebuah mahkamah sebagai bantahan terhadap tindakan pihak berkuasa meletakkannya di dalam kadang berkaca yang kalis bunyi.
Beberapa stesen televisyen tempatan melaporkan, Hakim Shaaban el-Shamy mengarahkan perbicaraan berehat sebentar selepas barisan peguam Morsi bertindak keluar dari mahkamah.
Morsi diletakkan di dalam kurungan berkenaan selepas beliau dan beberapa tertuduh yang lain sering mengganggu perbicaraan apabila mereka berbalah dengan hakim.
Kurungan kaca itu membolehkan hakim mengawal keadaan dan hanya membenarkan tertuduh bercakap apabila diarahkan.
Morsi semalam dihadap ke mahkamah atas tuduhan mengintip dan melancarkan serangan di negara ini.
Morsi dan 35 tahanan lain termasuk pembantu serta bekas beberapa pemimpin pergerakan Ikhwanul Muslimin didakwa mengintip untuk organisasi antarabangsa.
Antara organisasi antarabangsa itu ialah pergerakan Hamas di Palestin.
Mereka juga didakwa melancarkan aktiviti keganasan di negara ini dengan menyerang harta negara, institusi dan penjawat awam bagi mencetuskan keadaan huru-hara.
Jika didapati bersalah, kesemua tertuduh berdepan hukuman mati.
Morsi turut menghadapi perbicaraan kerana membunuh pemimpin penunjuk perasaan pada Disember 2012 dan satu lagi perbicaraan atas tuduhan melarikan diri dari penjara pada tahun 2011.
Beliau juga bakal dibicarakan atas satu lagi tuduhan kerana menghina badan kehakiman.
Sepanjang pemerintahan Morsi, hubungan antara Kaherah dan Hamas yang memerintah di Genting Gaza semakin erat.
Bagaimanapun, beliau digulingkan tentera yang melakukan rampasan kuasa pada Julai tahun lalu.
Pihak tentera menuduh Hamas menyokong Morsi dan Ikhwanul Muslimin serta melancarkan serangan ke atas Mesir.
Morsi digulingkan selepas rakyat negara ini membantah beberapa dasar beliau antaranya adalah keputusannya tidak boleh dicabar di mahkamah. - AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0217&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm#ixzz2tWg5gRDb 
Hakcipta terpelihara 

Sisi lain Jeneral Abdel Fattah, seorang Yahudi


Abdel Fattah
MUNGKIN ramai yang tidak mengetahui Ketua Tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah al-Sisi yang menyuarakan hasrat untuk bertanding pada pilihan raya Presiden negara itu, yang dijadual diadakan pada April ini, sebenarnya adalah berketurunan Yahudi.
Menurut laporan veteranstoday.com, yang dipertik daripada tulisan seorang pensyarah universiti di Amerika Syarikat (AS), Dr. Kevin Barrett, ibu jeneral itu, Malikah Titani merupakan keturunan Yahudi yang berasal dari Asefi, Maghribi.
Keadaan itu, secara automatik menjadikan pemimpin tertinggi tentera Mesir itu seorang warga Israel.
Dr. Barrett berkata, sekiranya warga Mesir mahu memilih seorang Presiden daripada keturunan Yahudi dalam satu pilihan raya yang adil, ia tidak menjadi satu masalah yang besar.
Tapi yang menjadi masalah ialah Abdel Fattah telah menyembunyikan identitinya sebagai seorang berketurunan Yahudi dan hubungannya dengan Israel daripada pengetahuan masyarakat Mesir.
Sebelum ini, sebahagian besar rakyat Mesir mengecam tindakan beliau memusnahkan amalan demokrasi di negara itu yang baharu sahaja subur, dengan memimpin tentera menggulingkan Presiden Mohammed Mursi melalui penipuan.
Malah beliau kemudian mengetuai tentera membunuh ramai penduduk Mesir yang menyokong pergerakan Ikhwanul Muslimin yang mengadakan bantahan berikutan penggulingan Mursi.
"Masalah yang lebih besar lagi ialah tindakan Abdel Fattah itu dilihat hampir menyamai tindakan ejen perisikan Israel, Mossad. Beliau bukan sahaja dilihat sebagai seorang yang ganas malah bersifat diktator.
"Jika Abdel Fattah dipilih sebagai Presiden, Mesir secara tidak langsung akan menjadi salah sebuah wilayah jajahan terbaharu Israel dan wilayah terbesar pernah 'ditakluki' rejim Zionis Israel," kata Dr. Barret.
Sehubungan itu, tidak hairan sekiranya Duta Besar Israel ke Mesir menggelarkan Abdel Fattah sebagai seorang wira bagi semua orang Yahudi dalam satu kenyataan akhbar, baru-baru ini.
Elie Cohen
Kenyataan itu dapat dilihat di laman web middleeastmonitor.com bertajuk: Israeli ambassador calls Al-Sisi a ''national hero for all Jews".
Wakil kepada Duta Israel di Kaherah itu memberitahu seorang menteri di dalam kerajaan sementara Mesir bahawa orang Israel memandang tinggi terhadap Jeneral Abdel Fattah Al-Sisi sebagai seorang 'wira nasional'.
Menurut Radio Israel, duta tersebut menghubungi Menteri Pertanian Mesir, Ayman Abu-Hadid bagi mengucapkan tahniah kepadanya atas jawatan baharu yang disandangnya.
"Abdel Fattah tidak dianggap sebagai seorang wira oleh rakyat Mesir, namun dia dianggap wira kepada semua orang Yahudi di seluruh dunia," katanya dalam kenyataan di middleeastmonitor.com.
Dr. Barrett dalam kenyataannya turut mendakwa bapa saudara Abdel Fattah, Uri Sibagh pernah berkhidmat di dalam Liga Pertahanan Israel dari 1948 hingga 1950.
Sibagh turut berpindah ke Israel dan menjadi seorang tokoh dalam parti politik yang diasaskan Ben Gurion, selain berkhidmat sebagai Setiausaha Parti Buruh Israel di Beersheba dari 1968 hingga 1981.
Katanya, kakak Sibagh yang merupakan ibu kepada Abdel Fattah telah berhijrah ke Mesir dalam satu misi yang diarahkan agensi perisikan Israel, Mossad.
Misi itu berakhir dengan kejayaan Mossad menggulingkan Presiden Mesir, Mohammed Mursi menggunakan pasukan tentera Mesir pada 3 Julai lalu, sekali gus meletakkan ejennya Abdel Fattah sebagai ketua di Mesir.
Beliau mendakwa Abdel Fattah merupakan seorang ejen perisikan Mossad. Misinya ialah menyusup masuk ke dalam peringkat tertinggi pemerintahan sebuah negara Islam Arab.
Abdel Fattah hari ini merupakan versi Elie Cohen yang merupakan seorang ejen Mossad yang menyusup masuk ke dalam peringkat tertinggi pemerintahan Syria sebelum ini dengan menggunakan nama Kamal Amin Thabet sebelum penyamarannya terdedah dan dia dihukum gantung di khalayak umum, di Damsyik.


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140217/lu_08/Sisi-lain-Jeneral-Abdel-Fattah-seorang-Yahudi#ixzz2tWUCQVsH
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Mohammed Mursi didakwa mengintip pula


KAHERAH 16 Feb. - Bekas Presiden Mesir, Mohammed Mursi berdepan pertuduhan baharu, mengintip dan melancarkan 'serangan keganasan' di sini, semalam.
Pertuduhan baharu itu merupakan sebahagian penganiayaan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh kerajaan yang menjadikan Mursi dan penyokongnya sebagai sasaran, sejak beliau digulingkan oleh tentera pada 3 Julai lalu.
Mursi dan 35 orang yang lain, termasuk bekas pembantunya dan pemimpin-pemimpin Ikhwanul Muslimin dituduh menjadi pengintip kepada organisasi antarabangsa.
Jika didapati bersalah, kesemua mereka berdepan hukuman gantung sampai mati. - AFP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140217/lu_06/Mohammed-Mursi-didakwa-mengintip-pula#ixzz2tWT8Usol
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Tentera Uthmaniah sewaktu peperangan Gallipoli pada tahun 1915

16 February 2014

Tahanan Mesir didera

Tahanan Mesir didera

SINAR HARIAN
16 Februari 2014
Mesir. - Sumber Ihsan FB Akhukum Abdul Malik KAHERAH, MESIR. Sebanyak 16 pertubuhan hak asasi manusia menggesa diadakan siasatan segera terhadap beberapa kes penderaan dan penyeksaan yang didakwa berlaku di dalam penjara kudeta, lapor Mesir Kini yang dipetik dari portal Ikhwan Online.

Menurut kenyataan yang dikeluarkan Rabu lalu, penderaan kejam itu termasuk gangguan seksual yang berlaku kepada golongan wanita sepanjang sesi soal siasat dijalankan.

Kenyataan tersebut turut menggesa anggota keluarga mangsa tahanan yang mengunjungi mangsa tahanan diberikan ruang yang bebas untuk bertemu tanpa dipantau rapi atau dikenakan pelbagai syarat yang menyusahkan.

Berdasarkan kenyataan dan aduan mangsa sendiri, pihaknya menerima banyak aduan sepanjang enam bulan kebelakangan iaitu tempoh yang menyaksikan ratusan siri operasi tangkapan secara rambang khasnya sekitar Ogos hingga Oktober tahun lalu.

Mereka turut mendedahkan aduan seorang aktivis politik bernama Khaled As-Sayyed yang dibelasah dan didera di Balai Polis Abbasiyah dan Qasr Nil selain sewaktu di tahan di Penjara Abou Za'bel.


Menurut peguam beliau, Mahmoud Bilal yang hadir sewaktu siasatan dibuat yang turut menyaksikan anak guamnya membuka baju untuk menunjukkan kesan-kesan didera.

Khaled As-Sayyid menjelaskan secara lanjut penderaan yang dilakukan terhadap sebahagian tahanan politik.


Antaranya, pasukan keselamatan kudeta telah bertindak memindahkan tahanan yang terdiri daripada aktivis-aktivis politik yang terkenal ke sebuah bilik dalam keadaan mata mereka ditutup.


Mereka kemudian diperdengarkan suara-suara jeritan mangsa tahanan lain yang dipukul dan didera melalui besi elektrik, lalu sekumpulan pasukan polis mengherdik mereka dengan nada tinggi, ‘inilah dia balasan kamu wahai orang-orang yang membuat revolusi’"

Kebanyakan mangsa tahanan lain turut mengakui bahawa mereka turut mengalami penderaan seksual selain didera menggunakan kabel elektrik di seluruh badan.

Walau bagaimanapun, Jeneral Mohammed Ibrahim sebagai Menteri Dalam negeri kudeta menafikan wujudnya kes-kes penderaan yang dilakukan oleh polisnya sambil menyeru badan-badan hak asasi manusia untuk mengadakan lawatan ke beberapa buah penjara negara itu.

Namun pertubuhan-pertubuhan hak asasi manusia berkenaan mempersoalkan pendirian pihak penjara di Mesir yang sebenarnya tidak pernah mengizinkan sama sekali mana-mana badan hak asasi atau peguam-peguam yang bebas untuk menziarahi tahanan.

15 February 2014

Mesir beli senjata Russia


Moscow: Russia dan Mesir hampir mencapai persetujuan dalam perjanjian pembelian senjata bernilai AS$3 bilion (RM10 bilion) yang akan dibiayai Arab Saudi dan Emiriah Arab Bersatu (UAE).

Kedua-dua pihak sudah bersetuju dengan kontrak pembelian jet pejuang Mig-29, sistem pertahanan laut dan udara, helikopter tempur Mi-35 dan beberapa senjata lain oleh Mesir.


Perkembangan itu dilapor sehari selepas pertemuan Presiden Russia, Vladimir Putin dengan panglima tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah al-Sisi di Moscow.

Mesir dilihat kembali bergantung pada Russia yang pernah menjadi pembekal senjata utama mereka pada tahun 1960 sehingga awal 1970an selepas Amerika Syarikat menarik balik bekalan senjata berikutan rampasan kuasa tentera yang menggulingkan Presiden Mohamed Mursi, tahun lalu. -AFP

Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/15

14 February 2014

Al-Sisi runding perjanjian senjata di Rusia

Al-Sisi runding perjanjian senjata di Rusia
 Al-Sisi (dua, kanan) mengadakan lawatan rasmi ke Moscow, kelmarin.
14 Februari 2014

MOSCOW - RUSSIA. Fil Marsyal, Abdel Fattah al-Sisi, semalam mengadakan pertemuan dengan pegawai kanan Rusia untuk berunding mengenai perjanjian senjata berjumlah AS$2 bilion (RM7 bilion).

Al-Sisi yang tiba di Moscow, kelmarin turut diiringi Menteri Luar Nabil Fahmy untuk menyertai rundingan digelar 2+2 tersebut.

Difahamkan, mesyuarat terbabit juga memberi tumpuan kepada isu keselamatan serantau seperti krisis di Syria selain hubungan perdagangan dan ekonomi.

Ketua syarikat Rostec, Sergey Chemezov memaklumkan beberapa kontrak terutamanya berkaitan sistem pertahanan udara telah ditandatangani ketika pertemuan pertama yang diadakan di Kaherah pada 18 November lalu.

"Bagaimanapun, ia hanya melibatkan perjanjian rangka kerja kerana kerajaan Mesir masih lagi meneliti kontrak tersebut selepas timbul masalah pembiayaan. Ia mungkin akan dibiayai oleh Arab Saudi," jelasnya lagi menurut laporan Al-Arabiya. 

Pada 1960-an dan awal 1970-an, Kesatuan Soviet merupakan pembekal senjata utama kepada Mesir, namun kerjasama antara kedua-dua negara terhenti selepas Kaherah menandatangani perjanjian damai dengan Tel Aviv.

Al-Sisi bincang kontrak senjata


Kaherah: Ketua tentera Abdel Fattah al-Sisi yang juga diuar-uarkan bakal menjadi presiden Mesir semalam menemui pegawai kanan Russia untuk membincangkan kontrak senjata bernilai AS$2 bilion (RM6.6 bilion) bagi menggantikan bantuan yang semakin susut daripada sekutu lamanya Washington.

Abdel Fattah tiba di Moscow bersama Menteri Luar Nabil Fahmy untuk perbincangan ‘2+2’ dengan rakan sejawatan mereka dari negara itu.

Menurut diplomat di Moscow, perbincangan berkenaan memfokuskan isu keselamatan serantau seperti krisis di Syria selain hubungan perdagangan dan ekonomi.

Namun, pegawai Moscow turut mengesahkan sebahagian besar daripada perbincangan berkenaan adalah berhubung perjanjian senjata termasuk kemungkinan menghantar sistem serangan udara kepada tentera Mesir.

Kesatuan Soviet menjadi pembekal utama senjata kepada Mesir pada awal 1960-an hingga awal 1970-an namun terhenti selepas Kaherah mula menerima bantuan daripada Amerika Syarikat.

Putin harap El-Sissi menang presiden


EL-SISSI


MOSCOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin berharap Ketua Tentera Mesir, Abdel-Fattah El-Sissi akan menjadi presiden Mesir menerusi pilihan raya, lapor agensi berita AP semalam.
Menurut beberapa laporan berita, Putin mengetahui keputusannya untuk bertanding pada pilihan raya presiden Mesir.
El-Sissi menjadi terkenal selepas Mohamed Morsi digulingkan tentera menerusi rampasan kuasa pada Julai tahun lalu.
Beliau dijangka mengumumkan penyertaannya sebagai calon pilihan raya presiden.
Pilihan raya itu akan diadakan pada April depan.
Ek-Sissi kini berada di Moscow untuk melakukan lawatan pertama selepas Morsi digulingkan tentera. - AP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0214&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_02.htm#ixzz2tF0b1UJs 
Hakcipta terpelihara 

13 February 2014

Hari ini dalam sejarah…



As Syahid Imam Hassan al Banna adalah di antara tokoh pejuang pembebasan Palestin yang sewajarnya dicontohi oleh umat kini. 

Beliau adalah pengasas gerakan Ikhwan Muslimin di Mesir, yang darinya lahirlah pergerakan HAMAS di Palestin.

Jasanya terhadap perjuangan umat Islam di Palestin amatlah besar khususnya dalam peperangan Arab-Palestin pada tahun 1948. Bahkan penyertaan mujahidin Ikhwan Muslimin dalam peperangan tersebut telah membuka mata musuh-musuh Islam bahawa di sana masih ada para pemuda di kalangan ummat ini yang ikhlas dan sanggup berkorban apa saja untuk menjaga kemuliaan ummat ini. Semangat jihad telah dihidupkan kembali dengan sentuhan manhaj Al Quran dan sunnah Rasulullah saw sehingga berjaya melahirkan kembali generasi al-Quran yang digeruni musuh.

Tidak kurang daripada 10,000 tentera sukarelawan Ikhwan Muslimin menyertainya perang 1948. Dengan izin Allah swt, mereka telah berjaya mengalahkan tentera rejim Israel di sempadan Mesir, Syria dan Jordan dengan slogan yang begitu ditakuti Zionis iaitu. “Hidup mulia atau Mati syahid”.

Namun musuh Islam di seluruh dunia amat risau melihat kebangkitan ini sehingga PBB terpaksa melakukan gencatan senjata dan semasa inilah mereka melakukan jenayah kepada Ikhwan Muslimin. Para mujahidin yang menjadi tentera sukarelawan yang sepatutnya disambut sebagai pahlawan telah ditangkap dan disumbat ke dalam penjara di Mesir, negara mereka sendiri tanpa sebarang bukti kesalahan. Bahkan sebahagian mereka menjadi sasaran pembunuhan tentera upahan Israel.

Kemuncaknya dengan perancangan yang cukup licik di antara pihak istana Mesir dan kerajaan British akhirnya Imam Hassan Al-Banna dibunuh pada tanggal 12 Februari 1949.

Sesungguhnya kesedaran dan kefahaman Islam yang dipelopori oleh Imam As-Syahid hari telah berkembang luas di serata pelusuk dunia. Bahkan gerakan Ikhwan Muslimin yang telah bertapak di serata dunia telah mempelopori kebangkitan ummat Islam terhadap Isu Palestin.

Semoga Allah merahmati perjuangan As Syahid Imam Hassan al Banna dan membuka hati ummat ini untuk mengikutinya. Beliau pergi mendahului kita sebagai syahid dan mudah-mudahan kita dapat mengikuti jejak beliau untuk mengembalikan kemuliaan ummat ini.

Koleksi foto-foto lama kunjungan Imam Hassan al Banna ke Gaza, Palestin pada tahun 1946.

Kredit :
1- Dr. Tareq Al-Suwaidan : Palestine – Yesterday, Today and Tomorrow
2- Shaharuzzaman Bistamam - Pengerusi Aman Palestin : Jejak tokoh
3- Paltimes.net : 23/05/2012

Ikhwanul tubuh sayap bersenjata?


11 Februari 2014
Ikhwanul tubuh sayap bersenjata?

Ikhwanul tubuh sayap bersenjata? Penyokong Mursi berikrar membuat perhimpunan aman sehingga tuntutan mereka dipenuhi.


KAHERAH - MESIR. Kerajaan sementara Mesir menuduh gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) membentuk sayap tentera untuk membuat serangan ke atas pasukan keselamatan negara.

Kementerian Dalam Negeri dalam satu kenyataan berkata kepada Al Arabiya, unit bersenjata ditemui di wilayah selatan Beni Suef dan menuduh ia dipimpin dan digerakkan oleh satu unit di bawah Ikhwanul.

Kenyataan juga menyebut sebanyak 12 ahli menerajui unit terbabit dan menuduh mereka telah membunuh lima anggota polis di wilayah itu bulan lalu dan merancang melakukan lebih banyak serangan.

Tuduhan tidak berasas itu sekali gus meningkatkan tekanan terhadap gerakan IM selepas mereka dilabelkan sebagai pengganas pada Disember tahun lalu.

Bagaimanapun, gerakan IM menafikan segala dakwaan itu namun berikrar tetap akan meneruskan protes aman sehingga segala tuntutan mereka dipenuhi.

Sejak penggulingan Presiden Mohammed Mursi pada 3 Julai lalu, lebih 1,400 orang awam terbunuh dalam keganasan politik di seluruh negara Mesir.

3 lagi anggota pasukan keselamatan Mesir maut


Kaherah: Tiga polis, termasuk seorang pegawai ditembak mati dan senjata mereka dirampas sekumpulan lelaki bersenjata berhampiran bandar Ismailia.

Kejadian berkenaan meningkatkan jumlah anggota keselamatan yang maut dalam keganasan di seluruh Mesir kepada lima dalam tempoh 24 jam.

Kumpulan yang belum dikenal pasti itu melepaskan tembakan terhadap kereta peronda polis yang melalui lebuh raya antara Ismailia dan Kaherah.

Penyerang terbabit merampas senjata mangsa sebelum melarikan diri.

Sementara itu, seorang pegawai dan anggota polis masing-masing ditembak mati dalam kejadian berasingan di Pelabuhan Said dan Ismailia.

Serangan yang mensasarkan kakitangan pasukan keselamatan semakin meningkat selepas pihak tentera menggulingkan Presiden Mohamed Mursi Julai lalu.



- Reuters

Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/13

Tiga polis Mesir mati ditembak

KAHERAH 12 Feb. - Seorang lelaki bersenjata api, menembak mati tiga orang anggota polis berhampiran bandar terusan Suez, Ismailia, selain merampas senjata mereka, lewat semalam, menjadikan lima orang polis terkorban dalam tempoh 24 jam di bumi Mesir.
Menurut pegawai keselamatan, penyerang yang tidak dikenali bertindak melepaskan tembakan ke arah kereta polis yang sedang menjalankan rondaan di lebuh raya yang menghubungkan Ismailia dan Kaherah, membunuh tiga orang anggota polis dengan salah seorang daripada mereka berpangkat pegawai.
Lelaki tersebut kemudian merampas senjata mereka, sebelum melarikan diri.
Sementara itu, awal semalam, penyerang yang tidak dikenali menembak mati dua orang anggota polis, dalam dua kejadian berasingan di bandar terusan Suez, Port Said dan Ismailia. - AFP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140213/lu_07/Tiga-polis-Mesir-mati-ditembak#ixzz2t9LGY2Lu
© Utusan Melayu (M) Bhd 

12 February 2014

Saluran paip gas diserang


Hamas, Fatah runding semula

12 Februari 2014

KAHERAH – MESIR. Saluran paip gas asli di selatan el-Arish, utara Semenanjung Sinai sekali lagi menjadi sasaran serangan, menurut pihak berkuasa, semalam.

Menurut laporan Press TV, sehingga kini, tiada pihak mengaku bertanggungjawab melakukan serangan ke atas saluran paip yang membekalkan gas ke Jordan.

Pada 27 Januari lalu, kumpulan militan bertindak meletupkan saluran paip di kawasan Muqtadiba, selatan el-Arish.

Dalam perkembangan lain, seorang anggota kanan Ikhwanul Muslimin menolak dakwaan Kementerian Dalam Negeri bahawa gerakan  itu telah membentuk sayap tentera untuk menentang pasukan keselamatan di negara tersebut.

Krisis Mesir: Wartawan al-Jazeera dibicara 20 Feb

Al-Jazeera

12 Februari 2014

KAHERAH - MESIR. Pihak berkuasa pendakwaan di Mesir menetapkan perbicaraan 20 wartawan termasuk empat warga asing bermula minggu depan.

Mereka berdepan tuduhan menjadi ahli Ikhwanul Muslimin (IM) dan menyebarkan laporan palsu hingga mengganggu keselamatan negara.

Lapan defendan, termasuk Ketua Biro al-Jazeera di Kaherah, Mohammed Fahmy dan bekas wartawan BBC Australia, Peter Greste masih ditahan.

Sementara yang lain termasuk dua wartawan British akan dibicarakan secara ‘in absentia’ (tanpa kehadiran).

Menurut laporan Al-Jazeera, hanya sembilan yang didakwa adalah wartawan mereka yang hanya melaporkan situasi di Mesir.

Mereka menyifatkan dakwaan yang dibuat Mesir tidak masuk akal, tidak beralasan dan palsu serta menafikan menyalurkan dana kepada IM.

Sementara bapa kepada wartawan Peter Greste, Juris telah merayu kepada kerajaan Mesir untuk sedar bahawa anak lelakinya itu tidak bersalah.

“Kepada orang Mesir, kami dengan penuh hormat mendesak bahawa Peter tidak bersalah atas segala tuduhan ke atasnya.

“Dia mangsa yang tidak berdosa,” kata Juris.

Dituduh bentuk sayap tentera Ikhwanul Muslimin cetus keganasan


Gambar fail bertarikh 23 Januari lalu, menunjukkan rakyat Mesir mengangkat lima keranda anggota polis yang terbunuh dalam serangan sekumpulan lelaki bersenjata di Beni Suef, selatan Kaherah. - AGENSI
KAHERAH 10 Feb. - Pihak berkuasa Mesir menuduh pergerakan Ikhwanul Muslimin membentuk pasukan ‘sayap tentera’ yang beroperasi di wilayah selatan negara ini untuk melancarkan serangan ke atas pasukan keselamatan.
Jurucakap Kementerian Dalam Negeri, Hani Abdel-Latif berkata, pasukan bersenjata tersebut beribu pejabat di bandar Beni Suef, kira-kira 115 kilometer dari selatan Kaherah dan sering menggunakan senjata seperti bom molotov dan bom buatan sendiri ketika menyerang.
Hani berkata, kumpulan terbabit dipercayai diasaskan oleh penyokong bekas Presiden, Mohammed Mursi yang mengadakan bantahan sejak Julai lalu selepas pemimpin Ikhwanul Muslimin itu digulingkan pihak tentera.
Beliau turut menamakan 12 individu yang disyaki mengetuai unit serangan kumpulan berkenaan yang menjalankan modus operandi mengintip dan memburu anggota keselamatan selain memberi perlindungan kepada kumpulan militan.
“Kumpulan bersenjata yang ditubuhkan Ikhwanul Muslimin ini dipercayai membunuh lima anggota polis pada bulan lalu dan mereka merancang untuk melakukan lebih banyak serangan.
“Seorang daripada pembunuh yang menaiki motosikal dalam serangan itu disyaki anak lelaki kepada seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin dan pernah menerima latihan tempur," katanya dalam kenyataan yang disiarkan melalui siaran televisyen, semalam.
Tuduhan pihak berkuasa itu dilemparkan ketika penganalisis memberi amaran tentang ancaman keganasan yang semakin berleluasa terhadap pasukan keselamatan sejak Mursi digulingkan.
Beberapa kumpulan kecil, antaranya dikenali sebagai On Fire dan Molotov Against Coup, dipercayai dianggotai pengikut Ikhwanul Muslimin, sering melakukan jenayah vandalisme dengan membakar kenderaan polis dan menyerang berek tentera.
Malah, kumpulan terbabit melalui laman sosial dan forum dalam talian, menegaskan bahawa cara Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan bantahan secara aman tidak akan berkesan mengembalikan kuasa Mursi selain menggunakan kekerasan.
Namun Ikhwanul Muslimin sering menafikan penyokongnya terlibat dalam sebarang bentuk keganasan, sebaliknya menuduh pihak kerajaan sementara sendiri mendalangi serangan terbabit bagi mencipta alasan untuk mengambil tindakan tegas ke atas pergerakan berkenaan yang dilabel sebagai pertubuhan pengganas.
Kumpulan militan yang berkaitan dengan pengganas al-Qaeda di timur Semenanjung Sinai kebiasaannya mengaku bertanggungjawab dalam kebanyakan serangan sejak beberapa bulan lalu. - AGENSI


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140211/lu_11/Dituduh-bentuk-sayap-tentera-Ikhwanul-Muslimin-cetus-keganasan#ixzz2t3CS4U5L
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Hak Mohammed Mursi dinafikan


Gambar fail bertarikh 29 Jun 2012, menunjukkan bekas Presiden Mesir, Mohammed Mursi (tengah) melambai ke arah pengikutnya selepas menyampaikan ucapan di Dataran Tahrir, Kaherah. - AP
KAHERAH 11 Feb. - Bekas Presiden Mesir, Mohammed Mursi meminta bantuan peguamnya untuk memasukkan duit bagi menampung kos kehidupannya di penjara selepas beliau tidak dibenarkan berjumpa dengan mana-mana ahli keluarga dan rakannya sejak ditahan kira-kira tujuh bulan lalu.
Perkara itu didedahkan oleh akhbar tempatan Al-Watan yang memetik rakaman perbualan antara Mursi dan peguamnya, Salim el-Awah ketika menghadiri perbicaraan di mahkamah awal bulan ini.
Dalam rakaman perbualan yang didedahkan sumber keselamatan Mesir itu, Mursi meminta bantuan Salim memasukkan wang ke dalam akaun penjaranya melalui kelulusan pihak mahkamah bagi membiayai kos kehidupannya di penjara berdekatan bandar Iskandariyah.
"Saya memerlukan wang dalam akaun penjara supaya boleh terus hidup.
"Kehidupan di sini (penjara) tidak boleh diteruskan jika kehabisan duit dan mereka (pihak penjara) tidak akan memberi wang kepada tahanan," katanya.
Bagaimanapun, tidak pasti sama ada Salim mengemukakan permohonan terbabit kepada pihak mahkamah.
Walaupun banduan tidak dibenarkan membawa wang tunai, keluarga mereka boleh memasukkan wang ke dalam akaun penjara sebagai tukaran kepada kupon untuk membiayai perbelanjaan.
Pelawat juga dibenarkan membawa makanan atau pakaian ketika melawat, tetapi Mursi dilarang menerima sebarang kunjungan sejak beliau menerusi peguamnya didakwa meminta supaya penyokongnya terus mengadakan bantahan.
Sementara itu, rakaman terbabit turut mendedahkan kebimbangan Mursi terhadap bantahan berterusan oleh penyokongnya sehingga menyebabkan kematian.
Dalam perbualan terbabit, Mursi bertanyakan kepada Salim tentang situasi di jalanan dan peguamnya memaklumkan bahawa bantahan dan pertempuran masih berterusan, namun tidak mencapai sebarang perubahan besar.
"Semua pihak perlu berbincang untuk mencari jalan penyelesaian dan konflik ini perlu dihentikan bagi mengelakkan berlakunya lebih banyak kematian.
"Semua yang berlaku tidak memberi faedah kepada kedua-dua pihak," kata Mursi.
Sementara itu, seorang lagi peguam Mursi, Mohammed el-Damati mengecam tindakan pihak berkuasa membocorkan perbualan sulit tersebut dan akan mengambil tindakan undang-undang berhubung kejadian yang secara jelas melanggar hak persendirian dan hak Perlembagaan seorang pemimpin. - AP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140212/lu_03/Hak-Mohammed-Mursi-dinafikan#ixzz2t3BZiIzU
© Utusan Melayu (M) Bhd 

11 February 2014

Dituduh bentuk sayap tentera Ikhwanul Muslimin cetus keganasan


Gambar fail bertarikh 23 Januari lalu, menunjukkan rakyat Mesir mengangkat lima keranda anggota polis yang terbunuh dalam serangan sekumpulan lelaki bersenjata di Beni Suef, selatan Kaherah. - AGENSI
KAHERAH 10 Feb. - Pihak berkuasa Mesir menuduh pergerakan Ikhwanul Muslimin membentuk pasukan ‘sayap tentera’ yang beroperasi di wilayah selatan negara ini untuk melancarkan serangan ke atas pasukan keselamatan.
Jurucakap Kementerian Dalam Negeri, Hani Abdel-Latif berkata, pasukan bersenjata tersebut beribu pejabat di bandar Beni Suef, kira-kira 115 kilometer dari selatan Kaherah dan sering menggunakan senjata seperti bom molotov dan bom buatan sendiri ketika menyerang.
Hani berkata, kumpulan terbabit dipercayai diasaskan oleh penyokong bekas Presiden, Mohammed Mursi yang mengadakan bantahan sejak Julai lalu selepas pemimpin Ikhwanul Muslimin itu digulingkan pihak tentera.
Beliau turut menamakan 12 individu yang disyaki mengetuai unit serangan kumpulan berkenaan yang menjalankan modus operandi mengintip dan memburu anggota keselamatan selain memberi perlindungan kepada kumpulan militan.
“Kumpulan bersenjata yang ditubuhkan Ikhwanul Muslimin ini dipercayai membunuh lima anggota polis pada bulan lalu dan mereka merancang untuk melakukan lebih banyak serangan.
“Seorang daripada pembunuh yang menaiki motosikal dalam serangan itu disyaki anak lelaki kepada seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin dan pernah menerima latihan tempur," katanya dalam kenyataan yang disiarkan melalui siaran televisyen, semalam.
Tuduhan pihak berkuasa itu dilemparkan ketika penganalisis memberi amaran tentang ancaman keganasan yang semakin berleluasa terhadap pasukan keselamatan sejak Mursi digulingkan.
Beberapa kumpulan kecil, antaranya dikenali sebagai On Fire dan Molotov Against Coup, dipercayai dianggotai pengikut Ikhwanul Muslimin, sering melakukan jenayah vandalisme dengan membakar kenderaan polis dan menyerang berek tentera.
Malah, kumpulan terbabit melalui laman sosial dan forum dalam talian, menegaskan bahawa cara Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan bantahan secara aman tidak akan berkesan mengembalikan kuasa Mursi selain menggunakan kekerasan.
Namun Ikhwanul Muslimin sering menafikan penyokongnya terlibat dalam sebarang bentuk keganasan, sebaliknya menuduh pihak kerajaan sementara sendiri mendalangi serangan terbabit bagi mencipta alasan untuk mengambil tindakan tegas ke atas pergerakan berkenaan yang dilabel sebagai pertubuhan pengganas.
Kumpulan militan yang berkaitan dengan pengganas al-Qaeda di timur Semenanjung Sinai kebiasaannya mengaku bertanggungjawab dalam kebanyakan serangan sejak beberapa bulan lalu. - AGENSI


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140211/lu_11/Dituduh-bentuk-sayap-tentera-Ikhwanul-Muslimin-cetus-keganasan#ixzz2sxcO7MqV
© Utusan Melayu (M) Bhd 

10 February 2014

Mangga bibir tunjuk protes


Mesir: Seorang lelaki tempatan menindik bibirnya dan meletakkan mangga pada mulutnya sebagai tanda protes terhadap tindakan pihak berkuasa merobohkan kedainya yang didakwa menghalang lalu lintas.

Hamdi Rajab berkata, dia melabur semua wang simpanannya berjumlah hampir EGP4000 (RM1,913) untuk membina kedai itu, tetapi pihak berkuasa tidak mengendahkan rayuannya dan merobohkan kedai kayu itu.


“Selepas bebas dari penjara, saya mengambil keputusan untuk berubah dan melaburkan semua simpanan saya untuk membina kedai ini. Tetapi mereka merobohkannya walaupun ia satu-satunya sumber pendapatan saya dan keluarga,” kata Hamdi. - Agensi



Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/10

Anggota polis enggan cukur jambang dipecat


Kaherah: Menteri Dalam Negeri sementara Mesir Muhammad Ibrahim dilaporkan mengarahkan pemecatan 10 anggota polis negara itu kerana enggan mencukur jambang masing-masing.

Styesen televisyen kerajaan melaporkan, Ibrahim membuat ketetapan itu berdasarkan keputusan Majlis Tertinggi Kepolisian Mesir.


Menurutnya, tindakan ke atas 10 anggota polis it dibuat mengikut klausa dalam peraturan polis yang melarang anggotanya berjambang dan berjanggut kerana didakwa mencemarkan kewibawaan pasukan berkenaan.



Menurut peraturan itu, seorang anggota polis tidak dibenar memelihara janggut kerana akan mencemarkan kewibawaan mereka.


Anggota polis berkenaan tidak menghiraukan teguran dan surat amaran yang dikeluarkan kepada mereka menyebabkan Kementerian Dalam Negeri mengambil keputusan untuk memecat mereka.


Semakin ramai anggota polis Mesir memelihara janggut sejak Revolusi 25 Januari 2011 yang menumbangkan kerajaan Hosni Mubarak.

Tindakan mereka memelihara janggut bagaimanapun tidak diendahkan ketika pemerintahan kerajaan Presiden Muhammad Mursi.


Bagaimanapun, Mursi digulingkan dalam rampasan kuasa tentera tahun lalu dan kini berdepan dengan pelbagai tuduhan jenayah. - Agensi

Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/10

8 February 2014

Empat anggota polis cedera serangan bom di Kaherah



BEBERAPA penduduk melihat kesan letupan di Kaherah pada 24 Januari lalu. Mesir sering digegarkan dengan siri serangan bom selepas bekas Presiden Mesir, Mohamed Morsi 
diguling.


KAHERAH - Empat anggota polis cedera dalam satu serangan bom ke atas pos kawalan di sebuah jambatan di sini semalam, kata Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Serangan tersebut mencetuskan ketegangan di bandar raya ini selepas beberapa siri serangan serupa pada 24 Januari lalu telah mengorbankan 24 anggota polis.
Kejadian tersebut dipercayai didalangi oleh kumpulan pejuang yang tidak berpuas hati selepas bekas Presiden Mesir, Mohamed Morsi ditumbangkan dalam satu rampasan kuasa oleh tentera pada Julai tahun lalu.
Seorang pegawai Kementerian Dalam Negeri berkata, dua bom meletup berhampiran pos kawalan polis di jambatan tersebut di tengah bandar raya ini.
Bagaimanapun, pihak berkuasa tidak dapat mengesahkan sama ada bom berkenaan dipasangan di lokasi kejadian atau di baling oleh penyerang tidak dikenali.
Menurut pegawai berkenaan, empat anggota polis yang berada di pos kawalan itu cedera akibat terkena serpihan bom tersebut.
Imej televisyen Mesir menunjukkan beberapa buah kenderaan polis dan ambulans dikejarkan ke lokasi serangan untuk membantu mangsa. - AFP


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2014&dt=0208&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_02.htm#ixzz2sh2qVz16 
Hakcipta terpelihara 

4 polis antara mangsa bom buatan sendiri


KAHERAH 8 Feb. - Sekurang-kurangnya enam orang cedera apabila dua butir bom buatan sendiri yang disasarkan kepada kenderaan polis meletup di pedalaman Kaherah, semalam.
Kejadian tersebut berlaku ketika kenderaan polis tersebut yang membawa pasukan polis rusuhan melalui jambatan Giza, kira-kira 20 kilometer di barat daya Kaherah.
Kementerian Dalam Negeri berkata empat anggota polis merupakan antara yang tercedera. - DPA


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140208/lu_01/4-polis-antara-mangsa-bom-buatan-sendiri#ixzz2sg2mka4F
© Utusan Melayu (M) Bhd 

7 February 2014

Silap petik kenyataan al-Sisi


Kaherah: Tentera Mesir semalam mendakwa sebuah akhbar Kuwait tersilap memetik kenyataan Panglima Medan Abdel Fattah al-Sisi apabila melaporkan dia sebagai berkata akan bertanding jawatan presiden.

Kenyataan yang dikeluarkan tentera Mesir semalam menegaskan keputusan seperti itu hanya akan diumumkan secara langsung kepada rakyat Mesir dan bukannya melalui media luar.


Jurucakap tentera Kolonel Ahmad Ali menegur laporan akhbar Al-Seyassah semalam kononnya Abdel Fattah mengaku akan bertanding jawatan itu sebelum pertengahan April ini.



“Laporan berkenaan sekadar tafsiran penulisnya dan bukan pengumumkan bahawa Abdel Fattah akan bertanding.


“Sama ada beliau bertanding atau tidak adalah keputusan peribadinya dan akan diumumkan dengan jelas dan nyata kepada rakyat Mesir bukan melalui orang lain,” katanya. - AFP

Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/07

Al-Sisi bertanding?

Jeneral Abdel Fattah Al-Sisi
Ketua Tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah Al-Sisi
7 Februari 2014

KUWAIT - Spekulasi media antarabangsa berhubung pencalonan Ketua Tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah Al-Sisi  yang dikatakan akan bertanding Pilihan Raya Presiden April ini mula tersebar luas.

"Ya, perkara itu telah diputuskan dan saya tiada pilihan lain selain memenuhi kehendak rakyat. Sokongan rakyat begitu kuat dan saya akan memperbaharui keyakinan mereka melalui pengundian bebas," katanya menerusi kenyataan akhbar Al-Seyassah.

Menurut laporan AFP, pengumuman dibuat seminggu selepas majlis tentera tertinggi negara itu memutuskan Al-Sisi perlu bertanding untuk jawatan presiden dan memberi jaminan beliau pasti menang terutamanya selepas berjaya menyingkirkan pemimpin yang dipilih secara demokratik Julai tahun lalu.

Bagaimanapun, sebaik pengumuman tersebut dibuat, Timbalan Perdana Menteri Ziad Bahaa-Eldin meletak jawatan sebagai membantah pencalonan ketua tentera itu.

Sementara itu mengulas mengenai keadaan keselamatan di Mesir, beliau memberitahu pihaknya akan mendapatkan bantuan daripada Kesatuan Arab untuk memerangi keganasan yang semakin berleluasa di negara itu sekiranya memenangi pilihan raya.

"Kami akan memanggil Kesatuan Arab dengan berteraskan konsep kerjasama antara negara-negara yang mengalami keganasan dalam usaha menentangnya," katanya.

Jeneral Abdel Fattah isytihar tanding Presiden?


KUWAIT CITY 6 Feb. - Teka-teki sama ada ketua tentera Mesir, Jeneral Abdel Fattah al-Sisi akan bertanding dalam pilihan raya Presiden yang dijadualkan berlangsung pada April depan, akhirnya terjawab apabila beliau mengesahkan akan merebut jawatan itu seperti yang dilaporkan oleh akhbar Kuwait, Al-Seyassah, hari ini.
Laporan terbaharu itu disiarkan hanya seminggu selepas pucuk pimpinan tertinggi tentera menyatakan sokongan terhadap pencalonan Abdel Fattah untuk bertanding jawatan itu, sekali gus berpotensi untuk memenangi pilihan raya tersebut selepas Presiden yang dipilih secara sah, Mohammed Mursi digulingkan tentera pada Julai lalu.
"Ya, saya bersetuju bertanding sebagai Presiden dan saya tidak mempunyai pilihan selain memenuhi permintaan rakyat Mesir.
"Permintaan mereka didengari dan saya tidak akan menolaknya. Saya juga akan cuba memulihkan semula keyakinan rakyat melalui demokrasi," katanya dalam satu wawancara yang disiarkan oleh akhbar berkenaan.
Abdel Fattah turut memberitahu bahawa beliau akan meminta bantuan daripada rakyat Mesir bagi memulihkan negara itu yang mengalami 'penyakit kronik' sejak beberapa tahun lalu.
Malah, beliau yang memegang jawatan Menteri Pertahanan memberi amaran, tempoh untuk memulihkan Mesir akan memakan masa dan beliau tidak akan menipu rakyat.
"Saya tidak akan memainkan harapan mereka atau memaklumkan bahawa saya mempunyai kuasa magis untuk memperbaiki keadaan," katanya.
Bagaimanapun, pihak tentera Mesir menafikan laporan akhbar Al-Seyassah itu, yang disifatkan sebagai tersalah tafsir kenyataan Abdel Fattah.
Jurucakap tentera, Kolonel Ahmed Ali berkata, laporan akhbar Kuwait itu hanya tafsiran wartawan dan bukannya kenyataan secara langsung oleh Abdel Fattah.
"Keputusannya untuk bertanding sebagai Presiden merupakan soal peribadi yang akan diumumkan sendiri oleh beliau kepada rakyat Mesir dengan mengeluarkan kenyataan yang jelas," katanya.
Abdel Fattah yang sebelum ini meraih populariti apabila menggulingkan Mursi, dijangka meletakkan jawatan sebagai ketua tentera sebelum pencalonan jawatan Presiden dalam tempoh terdekat.
Jika jeneral berusia 59 tahun itu memenangi jawatan tertinggi tersebut, beliau akan meneruskan tradisi Mesir menjadi Presiden yang mempunyai latar belakang ketenteraan sejak penggulingan pemerintahan monarki di Mesir pada 1952. - AFP


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Luar_Negara/20140207/lu_05/Jeneral-Abdel-Fattah-isytihar-tanding-Presiden#ixzz2saBEdigg
© Utusan Melayu (M) Bhd 

6 February 2014

Pegawai Mossad intip Mesir


4 Februari 2014
Share on facebookShare on twitterShare on google_plusone_shareMore Sharing Services
0


KAHERAH - MESIR. Lima pegawai agensi Perisikan Israel (Mossad) dan tiga penduduk tempatan dibicarakan Rabu ini atas tuduhan mengintip.

Menurut sumber perundangan, kesemua mereka didakwa kerana menyalurkan maklumat politik yang  boleh mengancam keselamatan negara.

“Perbicaraan di bandar Suez itu  dijangka tidak dihadiri defendan kerana kesemua pegawai Mossad telah lari ke negara mereka.

Sehingga kini juga, tiada maklumat direkodkan sama ada penduduk tempatan yang bersubahat dengan mereka telah ditahan,” katanya kepada AP.

Pada 2011, Israel membebaskan 25 penduduk Mesir sebagai pertukaran untuk membebaskan pengintip Israel, Ilan Grapel dan tindakan sama akan dibuat jika mereka bersabit kesalahan.  

Hukuman malukan Mursi

Hukuman malukan Mursi
Pelajar Universiti Al Azhar dibawa ke penjara selepas dijatuhkan hukuman, semalam.
5 Februari 2014

LONDON - Pemerhati politik antarabangsa melihat, hukuman dikenakan terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi adalah satu pengadilan politik.

Pensyarah di London School of Economics and Political Science Awol K Allo berkata, hukuman itu adalah satu cara memalukan Mursi dan menghapuskan pengaruh Ikhwanul Muslimin dari lanskap politik di negara itu.

Pakar undang-undang Frankfurt School Otto Kirchheimer pula menyifatkan, pengadilan terhadap pemimpin itu adalah satu strategi kerajaan sementara untuk memasuki fasa revolusi dalam pentadbiran, sosial dan ekonomi.

“Kerajaan sementara akan menimbulkan permusuhan antara masyarakat, perkara ini berlaku sejak revolusi Inggeris dan Perancis pada abad ke-17 dan ke-18 hingga revolusi Cina dan Iran pada abad ke-20,” katanya kepada Al Arabiya.

Sementara itu, Mahkamah Mesir menjatuhkan hukuman penjara lima tahun terhadap enam pelajar Universiti Al-Azhar kerana terlibat dalam demonstrasi antikerajaan dan 300 yang lain sedang diburu.

5 February 2014

UAE berang dikutuk ulama kerana sokong Mesir


Dubai: Emiriah Arab Bersatu (UAE) memanggil Duta Qatar berhubung kenyataan “menghina” dikeluar Dr Yusuf al-Qaradawi baru-baru ini, lapor agensi berita WAM kelmarin.

Perkembangan itu menggambarkan perpecahan di antaa dua anggota Majlis Kerjasama Teluk dalam pendekatan mereka kepada Arab Spring yang menggulingkan empat pemimpin diktator rantau itu. Qatar memihak kepada Ikhwanul Muslimin tetapi UAE berada di sisi bertentangan dan pada masa sama menekan gerakan Islam di negara berkenaan.


UAE turut memberi sokongan kepada kerajaan sokongan tentera di Mesir yang menggulingkan Presiden Mohamed Mursi. WAM berkata, Kementerian Luar UAE menyerahkan “memorandum bantahan rasmi terhadap kebiadaban Yusuf al-Qaradawi” kepada Duta Qatar. Dalam khutbahnya di sebuah masjid di Doha dua minggu, ulama disegani itu mengecam UAE sebagai negara yang memusuhi pemerintahan Islam. - Reuters



Artikel ini disiarkan pada : 2014/02/05